Kisah Tiada Akhir, Blogger Bengkulu (Bobe)

Kamis, 31 Mei 2018


Bobe. Ketika pertama kali meihat kata ini, aku terkenang postingan dua tahun lalu di timeline facebookku di mana kala itu ada pengumuman penerimaan anggota baru blogger Bengkulu (Bobe) yang akan dilaksanakan di Kota Bengkulu. Saat itu, tepat hampir satu bulan aku pulang kembali ke Bengkulu setelah merantau menempuh pendidikan selama 2,5 tahun di Kota Gudeg. Wah, tentu saja aku antusias melihat pengumuman ini, karena jujur saja aku rindu berkegiatan di komunitas. Hal ini dikarenakan, semenjak aku kembali ke Bengkulu, kegiatanku sehari-hari hanyalah mengajar di salah satu Universitas Swasta yang ada di Kota Bengkulu. 

Tanpa berpikir panjang, aku pun langsung menghubungi narahubung yang tertera di poster tersebut. Baiklah, setelah resmi mendaftar, aku tinggal menunggu waktu pertemuan itu, yakni hari Minggu tanggal 25 September 2016. Tentunya aku sudah tidak sabar ingin berjumpa dengan orang-orang yang berada di komunitas tersebut. Karena menurutku, orang-orang yang memiliki hobi menulis itu adalah orang-orang hebat, orang-orang yang memiliki kemampuan luar biasa. Terlebih ketika hal yang ditulis adalah hal yang bermanfaat  bagi orang banyak.
...............
Hari yang dinanti pun tiba. Hari itu cuaca mendung, gerimis, kurang bersahabat memang. Sementara hari itu aku harus menggunakan sepeda motor untuk dapat sampai ke tempat pertemuan Blogger Bengkulu yang beralamatkan di toko Adiguna, Kampung Bali. Cukup jauh memang perjalanan yang harus aku tempuh, bayangkan saja, jarak antara Timur Indah hingga Kampung Bali (tempat lokasi toko Adiguna) seberapa jauhnya, mana harus ditempuh dalam kondisi hujan gerimis pula. Tetapi, itu bukan masalah, walau harus melawan kondisi jalanan licin, namun alhamdulillah, aku bisa sampai tempat tujuan dengan selamat.
Untungnya, pada saat aku datang, acara belum lama dimulai. Saat itu, Mbk Milda (Selaku ketua Bobe) baru saja memberikan sambutan. Mbk Milda menjelaskan bahwa menjadi seorang blogger itu adalah kegiatan yang mengasyikkan. Apalagi saat itu, kami semua diperkenalkan dengan salah satu blogger yang sudah cukup senior, di mana perjalanan menulisnya sangat menginspirasi kami semua.
Acara dilanjutkan dengan mengenalkan bagaimana membuat blog, membuat postingan tulisan di blog yang baik dan masih banyak lagi. Kali itu, kami langsung diperintahkan untuk membuat postingan tulisan tentang kegiatan yang berlangsung hari itu, dan tentunya  tulisan tersebut harus selesai pada saat itu juga. Waah, alhasil, tulisanku berisi semacam laporan kegiatan dan sedikit curhatan tentang diriku yang agak merasa bosan setelah kembali lagi ke Bengkulu karena kekurangan kegiatan, hehe.
Dan walhasil, hari itu adalah hari pertama aku resmi menjadi anggota Bobe (Blogger Bengkulu). Hmmm, walau jujur saja, setelah itu aku kurang aktif berkumpul kembali dalam pertemuan-pertemuan Bobe dan cukup vakum menulis. Hal ini dikarenakan bisa jadi karena aku kurang menyeriusi kegiatan blogger dan sudah mulai banyak jam mengajar yang jujur saja cukup menyita waktu. Ya.. sedikit cerita ya, di semester dua dalam periode mengajarku, saat itu aku dipercaya mengampu 10 mata kuliah. Yang di mana pengalaman paling amazing adalah saat ditugaskan di Lebong, yang jaraknya cukup jauh dari Kota Bengkulu. Saat mengajar di Lebong, aku pernah jam 9.30 malam masih di travel dalam perjalanan pulang Lebong-Bengkulu, sementara keesokan harinya aku harus mengajar di salah satu kelasku pukul 08.00! (eheem banget deh pokoknya!).
Memang sih, kalau kata Mbk Asma Nadia, salah satu penulis senior, bahwa urusan menulis itu no excuse, atau dalam artian tidak ada alasan loh untuk nggak nulis. Tapi ya namanya aku, tetap aja gitu-gitu aja, masih sering terbawa-bawa moody, nulis gak ya? Nulis gak ya? (mohon jangan ditiru ya!). Seharusnya nih ya, walau jadwal mengajar padat, sudah seharusnya aku harus meluangkan waktuku untuk tetap memposting tulisan-tulisanku di blog.
..................................
Tahun pun berganti, aku perhatikan Bobe sudah semakin maju, anggotanya semakin banyak. Aku jarang bergabung ke acara kopdar (pelatihan) Bobe bukan karena tidak mau, melainkan acara Bobe selalu saja bertepatan dengan waktu aku mengajar di UT (ya kalau tidak Sabtu, ya Minggu). Aku hanya bisa mengintip keseruan acara Bobe melalui akun instagran atau pun postingan-postingan kegiatan Bobe di facebook.
Walaupun jarang kopdar dengan anggota Bobe lainnya, aku sering loh menceritakan tentang Bobe dan asyiknya meulis lewat blog kepada mahasiswa-mahasiswaku. Mereka cukup antusias mendengarkan dan sering bertanya, “Bu, bagaimana agar bisa ngeblog juga?”. Aku pun menjawab sejelas mungkin pertanyaan mereka. Intinya aku katakan, “daripada nyetatus terus di timeline, lebih baik nulis yang bermanfaat di blog. Selain bermanfaat siapa tahu bisa jadi pendapatan.”
Nah, atas dasar banyaknya pertanyaan mahasiswa inilah, aku pun berinisiatif ingin mengadakan semacam kuliah umum tentang blogger. Intinya, aku ingin mengenalkan aktivitas blogger kepada para mahasiswa. Agar mereka bisa kritis secara baik, tidak asal-asalan dan lebih beretika. Kebetulan, saat itu aku dipercaya menjadi salah satu pembina mahasiswa Hima di salah satu Universitas di tempatku mengajar, aku pun memberanikan diri untuk menyampaikan hal ini kepada Ketua Prodi. Singkat cerita, Kaprodi setuju dengan ideku. Hal yang sempat diragukan Kaprodi adalah, apakah event ini akan benar-benar terlaksana? Mengingat waktu itu adalah H-14 acara pernikahanku. Aku memberanikan diri untuk berpositif thinking saja, karena apapun itu, jika niatnya baik, insyaAllah akan baik juga.
Salah satu souvenir
untuk pemateri Kuliah Umum Smart Blogger for Better Future

Berpose bersama Panitia Kuliah Umum
Smart Blogger for Better Future
Dan alhamdulillah, walaupun persiapan acara kurang dari satu bulan dan proposal baru disetujui H-3, namun sesuai dengan niatku acara itu berlangsung sukses dan meriah, dihadiri lebih dari 150 peserta dari kalangan mahasiswa yang ada di berbagai universitas di Kota Bengkulu. Aku selaku ketua panitia saat itu cukup bersyukur, karena di akhir masa-masaku menjadi dosen di Universitas tersebut (karena usai menikah aku resign dan mengikuti suami hijrah ke luar Bengkulu), aku bisa berbagi dengan yang lain tentang apa sebenarnya blogger itu. 
Ramainya peserta Kuliah Umum Bersama Bobe
Smart Blogger For Better Future

Tentunya, saat itu aku mengajak para pengurus Bobe untuk menjadi pengisi acara di event dengan tema, ‘Smart Blogger for Better Future’. Di mana pemateri saat itu adalah para Blogger-blogger kece dari Bobe, yakni Mbk Milda, Mbk Ria Fasha dan Kak Pieter Julius. Para pengisi acara begitu semangat memberikan motivasi kepada para mahasiswa, agar nantinya dapat menjadi seorang blogger yang aktif dan bermanfaat.


Bersama para admin Bobe di acara Kuliah Umum Smart Blogger for Better Future
di kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu

http://www.bloggerbengkulu.com/

Demikianlah sedikit ceritaku selama menjadi blogger di Kota Bengkulu. Sebenarnya masih banyak kisah menarik dan seru yang ingin aku ceritakan, tetapi kali ini cukup sekian dulu ya. Intinya kalau bercerita tentang Bobe, tentu tidak akan ada habisnya. Akhir kata, aku ingin berpesan, semoga kita kian semangat menebar kebaikan melalui tulisan-tulisan yang kita bagikan. Salam.

Post Comment
Posting Komentar